Tugas Rangkuman Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesustraan.Dosen Ali Muhli.Se.Mm
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
Dosen Ali Muhli,Se.Mm
Daftar Isi
A. PENDEKATAN
KESUSASTRAAN………………………………………………………………
B.
ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN
DENGAN PROSA…………….
C.
NLAI-NLAI DALAM PROSA
FIKSI…………………………………………………..
D. ILMU
BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI………………
A. PENDEKATAN
KESUSASTRAAN.
IBD(Ilmu
Budaya Dasar), yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari Inggris
humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti
manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanies orang akan
menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities
berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai Manusia yang berkehidupan
Sosial.
Untuk menjadi manusia,harus
mempelajari ilmu yang berguna untuk sesama manusia , disamping tanggung
jawabnya yang Iain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan Terkadang disesuaikan dengan dan waktu. Pada
umumnya humanities mencakup filsafat, teknologi, seni dan cabang-cabangnya
termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebaginya. Pada pokoknya semua
mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the
humanities ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan mengjadi
pengetahuan budaya yang dapat dipelajari oleh semua Manusia.
Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra
yang memegang peranan yang penting dalam the humanities. Ini terjadi karena
seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan hukamnya formulasi
nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama.
Dibanding dengan cabang the humanities yang Iain, seperti misalnya ilmu bahasa,
seni memegang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang
disampaikannya relative mudah di mengerti oleh orang.
Karena
seni adalah Suatu karya yang dihasilkan oleh orang yang berpikiran bebas dalam
mengekspresikan dirinya, seni lebih Unik Karena tidak nomatif, nilai-nilai yang
disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya kepada
public.
Hampir
disetiap jarnan, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasannya, karena
sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemarnpuan untuk
menampung hampir semua pemyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk
memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia
mempergunakan bahasa. Dalarn usahanya untuk memahami alam semesta, yang
kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan Dalam usahanya untuk
mengatur hubungan antara sesama yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial,
manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan pada hakekatnya
adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.Karena
Komunikasi yang menghubungkan antara manusia satu dengan lainnya.
Sastra
juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah
penjabaran absraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa,
adalah abstraksi.
Cinta kasih, kebahagian, kebebasan,
dan Iainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah
yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
Cabang-cabang
seni yang Iain pada hakekatnya juga abstrak. Gerak-gerik dalam seni tari,
misalnya, masih perlu dijabarkan karena setiap gerakan tari tersimpan banyak
makna. Meskipun bunyi-bunyi dalam seni musik lebih cepat dinikmati, bunyi-bunyi
itu sendiri masih memerlukan penafsiran yang dalam karna setiap mendalami music
yang dengar bisa tau isi dari music tersebut. Sebaliknya sastra adalah
penafsiran itu sendiri. Meskipun didalam penafsiran itu sastra masih dapat
ditafsirka lagi oleh orang yang mengerti
sastra.
Sastra juga didukung
oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang
lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak nomatif.
Cabang-cabang seni yang Iain juga dapat menarik tanpa cerita, akan tetapi sulit
bagi penciptanya mengemukakan gagasanya. Dalam musik misalnya, kata-kata
penciptanya tertelan oleh melodinya.
Karena seni memegang
peranan penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting,
meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampain
nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaannya menyebabkan dia mampu menangkap hal yang
lepas dari pengamatan orang Iain
Orientasi the
Humanities adalah ilmu dengan mempelajari satu atau sebagian dari disiplin
ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa diharapkan dapat menjadi
Manusia yang lebih baik dan Berguna untuk bangsa dan Negara
B.ILMU
BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Istilah
prosa banyak padanannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fiction
atau hanya fiction saja. Dałam bahasa Indonesia istilah tadi sering
diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita
atau prosa kisahan(Seni Teater) yang mempunyai pemeran, lakuan, peństiwa dan alur
yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya
dipakai roman, atau novel, atau cerita pendek.
Dalam
kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.Seperti
Berikut:
A.
Prosa lama meliputi
1.
Dongeng-dongeng
2.
Hikayat
3.
Sejarah
4.
Epos
5.
Cerita pelipur lara
B.
prosa bału melipud
1.
Cerita pendek
2.
Roman/novel
3.
Biografi
4.
Kisah
5.
Otobiografi
.
C.
NLAI-NLAI
DALAM PROSA FIKSI
. Sebagai seni yang bertulang
punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak
langsung membawakan morał, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai
nilai-nilai yang terkandung oleh pembaca
lewat sastra. nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1.
Prosa
fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan
kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan
pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat
mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang
belum dikunjunginya atau yang tak mungkin dikunjungi selama hidupnya. juga
dapat mengenal tokoh-tokoh yang bisa memotivasi pembaca dalam hidupnya.
2.
Prosa
fiksi memberikan informasi
Fiksi
memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dałam kehidupan normal.
Dałam novel kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan
tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang
akan datang atau kehidupan yang asing.
3.
Prosa
fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi
dapat mempengaruhi imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang dari
warisan budaya bangsa.
Contoh sepert Novel
seperti Siti Nurbaya, salah asuhan, sengsara membawa nikmat, layar terkembang
mengungkapkan impian-impian, harapan-harapan, aspirasi-aspirasi dari generasi
yang terdahulu yang seharusnya dihayati oleh generasi kini. Novel yang berlatar
belakang perjuangan revolusi seperti jalan tak ada ujung, misalnya
menggambarkan suatu tindakan heroisme yang mengagumkan dan memberikan
kebanggaan, yang oleh generasi muda sekarang tidak lagi mengalaminya secara
fisik. Dan oleh karena mahasiswa tidak lagi mengalami secara fisik itulah, jiwa
kepahlawanan perlu disentuhkan lewat hasil-hasil sastra Dan Mahasiswa dapat
bisa memetik kisah-kisah terdahulu.
4. Prosa
memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi
seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak
individu. Fiksi juga memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih respon
emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang
disajikan dalam kehidupan sendiri.
Adanya
semacam kaidah kemungkinan yang tidak mungkin dalam fiksi ini.lah yang
memungkinkan pembaca untuk dapat memperluas dan \persepsi dan wawasannya tentang tokoh,
hidup dan kehidupan manusia. Dari banyak memperoleh pengalarnan sastra, pembaca
akan terbentuk keseimbangan wawasannya, terutama dalam menghadapi
kenyataan-kenyataan diluar dirinya yang mungkin sangat berlainan dari
pribadinya. seperti dikisahkan novel belenggu, itu merupakan contoh kemungkinan yang tidak
mungkin. tetapi manusia bisa memperluas perpektifnya
Karya
sastra dapat dibagi menjadi Tiga; Karya sastra yang menyuarakan aspirasi
jamannya, dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya,Ada juga yang
tentunya menyuarakan kedua-duanya yang saling menyuarakan aspirasinya.
Karya
sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa
yang dikehendaki jamannya. Kebanyakan karya sastra Indoensia di jaman Jepang
yang dikelompokkan kedalam kelompok ini.
Karya
sastra yang menyuarakan gejolak jamannya, biasanya tidak mengajak pembaca untuk
melakukan sesuatu, akan tetapi untuk merenung.
Kedua
macam karya sastra itu selalu menyampaikan masalah. Masalah ini disampaikan
dengan jalan menjajikan interaksi tokoh-tokohnya. Masing-masing tokoh mempunyai
temperamen, pendirian, dan kemauan yang berbeda-beda. Perbedaan ini menimbulkan
konflik. Konflik dapat terjadi baik didalm diri tokoh sendiri maupun diantara
tokoh satu dengan tokoh Iainnya.
Budaya Dasar memfokuska pada manusia dengan
segala persoalannya. Manusia dan Cinta kasih, manusia dan keindahan, manusia
dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan hidup, manusia dan tanggung jawab serta
pengabdian, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan.
Dalam
dongeng terdapat bentuk epos(menceritakan
kisah kepahlawanan )
yang berani cerita kepahlawanan atau wira carita. Kita kenal Mahabarata dan
Ramayana. Mahabarata menceritakan kepahlawanan orang-orang pandawa yang dengan
gagah berani mempenahankan kebenaran karena
tanggung jawab terhadap Tokoh Bima, Arjuna, Gatotkaca didalam ceıita itü
selalu mempunyai rasa tanggung jawab bangsa dan negaranya.
Ramayana
juga mengungkapkan rasa cinta kasih Rama dan Sinta yang hams dibayar mahal
ketika sinta diculik Rahwana. Pengorba.nan yang diberikan oleh Rama beseıta
bala tentaranya dalam merebut kembali sinta
Hikayat
Hang Tuah menggambarkan betapa gagah dan berani dalam segala rintangan untuk mempertahankan negara
yang dapat dihubungkan dengan mmusia dan tanggung jawab.
Pokok
bahasan manusia dan cinta kasih dapat dihitungkan dengan cinta kasih antara
Maria dan Yusuf dalanm buku Layar terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana.
ditepi
jalan terlihat kepadanya beberapa batang kembang setahun yang lebat bunga : "Hei, kembang setahun tumbuh
dişini ? Alangkah indah rupanya, sebanyak itu bunganya
Sementara
Yusuf dengan pesat mengamat-amati gadis yang dekat dih Mapannya itu. Rambutya
yang hitarn lebat teranyam. mukanya yang merdi bercahaya tersenyum ditahan,
badannya. sebentar terasa kepadanya tangan yang halus itu gemetar pada dada
bajunya. Sesuatu perasaan nikmat yang sejak dari tadi melingkari kedua muda
remaja itu dating. memenuhi seluruh badannya dan sebelum ia dapat mengatur
pikirannya lagi, kedua tangannya telah terangkat mendekap tangan gadis yang
baru selesai mencucukkan kembang pada bajunya.
Dan
mulutnya keluarlah ucapan, agak gemetar, tetapi menyuarakan kepastian seseorang
yang yakin akan kemungkinannya, 'Tetapi tangan ini saya hendak menyimpannya
juga”. Maria tiada membantah, tetapi mukanya yang pucat ditundukkannya ke bawah
dengan tiada berkata suatu apa. Seraya melekapkan tangan gadis itu dengan
tangan kirinya kepada dadanya, mesra sepeli tiada hendak dilepaskannya lagi,
perlahan-lahan Yusuf mengangkat muka Maria melihat kepadanya dengan tangan
kanannya, ” Maria lihat saya sebentar "
Pada
mata Maria nampak kepadanya berlinangan air mata dan mesra meminta menggetarlah
suaranya untuk pertama kali seumur
hidupnya,”Maria,Maria, tahulah engkau saya cinta kepadamu ?". Badan Maria
melemah jatuh ke tangan Yusuf dan seraya menengadah dengan pamangan penyerahan,
keluar dari mulumya bisik lesu hampir-haınpir tiada kedengaran, "Lama
benar engkau menyuruh saya menanti katamu
Dalam
kutipan diatas betapa mesra kedua orang remaja yang sedang merasakan cinta
kasih. Melalui perkenalan, tamasya baru lah yusuf dapat mengutarakan cintanya
kepada Maria. Cinta Yusuf diterima bahkan dengan jawaban terlalu lama kata
cinta yang diucapkan Yusuf. Dapat disimpulkan seseorang manusia yang ingin mencurahkan
isi hatinya tenm tidak semudah berbincang-bincang karena ada konsekwensi yang
mengikatnya.
D.
ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Pembahasan puisi dalam rangka
pengajaran limu Budaya Dasar tidak akan di arahkan tradisi pendidikan dan
pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi dipakai sebagai media
sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan
yang terdapat di dalarn limu Budaya Dasar.
Puisi termasuk seni sastra,
sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/ unsur dari
kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa
penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang
artistik/ estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya menjadi
bermakana yang artinya penuh makna.
Kepuitisan, keanistikan
atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalan
membangun puisinya dengan menggunakan :
Kepuitisan, keanistikan
atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalan
membangun puisinya dengan menggunakan •
I. Figura bahasa (
figurative language ) sepeli gaya personifikasi, metafora, perbandingan,
alegori, dsb sehingga mıisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan
gambaran angan.
2.
Kata-kata yang ambiquitas yaitu
kata-kata yang bennakna ganda, banyak tafsir.
3.
Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang
sudah diberi suasana tenentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair
sehingga terasa hidup dan memukau
5.
Pengulangan, yang berfungsi untuk
mengintensifkan hal-hal yang dilukjskan, sehingga lebih menggugah hati
Dibalik kata-katanya
yang padat, ekonomis dan sukar dicema maknanya itu, puisi berisi potret
kehidupan manusia. Puisi menyuguhkan kepada kita suasana-suasana dan
peristiwa-peristiwa kehjdupan manusia dan juga dalam kaitan kehidupannya dengan
alam dan Tuhan. la merupakan hasil penghayatan dan pengalaman penyair tehadap
kehidupan manusia, tehadap alam dan Tuhan yang diekspresikannya melalui bahasa
yang artistik.
Adapun alasan-alasan yang mendasari
penyajian puisi pada perkuliahan ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
l. Hubungan puisi
dengan pengalaman hidup manusia.
Perekaman dan
penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut "pengalaman perwakilan”.
ini beraıü bahwa manusia senanüasa inğn memiliki salah satu kebutuhan dasamya
unmık lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman
langsung yang terbatas.Dengan pengalaman perwakilan itu sastra/puisi dapat
memberikan kepada para mahasiswa memiliki kesadaran wawasan yang penting untuk
dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan tentang
masyarakat.
Pendekatan terhadap pengalaman
perwakilan itü dapat dilakukan dengan suatu kemammıan yang "imaginative”,
yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang
dituangkan penyair dalam puisinya.
2.
Puisi dan Keinsyafan/Kesadaran individual.
Dengan membaca puisi Manusia dapat diajak untuk
dapat menjenguk hati/pikiran, baik orang Iain maupun diri sendiri, karena
melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati
manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang itu berbeda dan ada pahit dan
manisnya kehidupan.
3.
Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi juga memberikan
kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang terlibat
dalam isu dan problem sosial. puisi menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang
bisa berupa penderitaan atas ketidakadilan perjuangan untuk kekuasaan konflik dengan sesamanya pemberontakan terhadap hukum Tuhan
Puisi-puisi
umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu
nilai kemanusiaan yang banyak mewamai puisi-puisi adalah cinta kasih ( yang
terpaut didalamnya sayang, cinta,
kemesraan dan renungan ).
Cinta kasih itu kadang-kadang tidak
berdiri sendiri, ia sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusiaan yang Iain
seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, dll)
Contoh Novel:
menembus
waktu
Rasanya
aku pergi masih sore. Tadinya sudah kurencanakan siang hari tapi ada-ada saja
halangannya, pukul lima bam aku pulang ke rumah. Tapi tak mengapa, kata
teman-teman kalau mau berobat lebih baik agak lambat karena kalau sore-sore banyak
pasien sehingga kita harus lama sekali menunggu.
Sambil
menunggu waktu sholat mahgrib, sebelum berangkat ke rumah sakit aku membaca
dulu sambil tiduran. Dan aku ketiduran entah berapa Tanpa melihat dulu jam
ketika bangun, aku langsung pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter yang kata
teman-teman hari ini buka praktek di rumah sakit perkebunan.
Aku
menolak tawaran Haris yang bersedia mengantar aku, ah... terlalu banyak
kebaikan yang diberikannya kepadaku. Entah dengan apa aku harus membalasnya.
Aku belum mengerti akan sikap orang yang satu ini, padahal tiga tahun yang lalu
aku pemah menyakiti hatinya, menolak cintanya yang tulus. Dan aku memilih satu
diantara saingannya.
Tetapi
walaupun begitu Haris tidak pemah merasa sakit hati malahan ketika aku hendak
melangsungkan pernikahan dengan Farid ia mau membantu segala macam persiapan.
Ketika acara pemikahan itu tidak bisa dilangsungkan karena Farid meninggal
tabrakan Haris selalu menghiburku. Bahkan ketika aku sudah tidak tahan lagi
tinggal di kotaku, Haris pulalah yang menawarkan jasanya memberi petunjuk
supaya aku pindah saja dari kampung halamanku. la mencarikan pekerjaan untukku,
dan pindahlah aku bekerja di kota Sukaresik ini. Walaupun selama ini ia tidak
pemah lagi menyinggung soal cintanya yang dulu pemah diutarakannya padaku,
namun aku mengeni akan isi hatinya. Dan sayanyya sampai sekarang aku hanya
menganggap dia sebagai kakak dan tidak lebih dari itu.
Aku
lupa memakai jam tanganku, sehingga aku tidak tahu pukul berapa saat itu. Aku
meluncur dengan motorku menembus kegelapan malam. Udara sangat dingin, tapi aku
yakin sekali hari masih sore, baru kira-kira pukul setengah tujuh. Tepat sekali
kalau aku datang jam-jam begini, karena kemungkinan pasien sudah tidak begitu
banyak.
Pernah
sekali aku lewat di depan rumah sakit itu ketika jalan-jalan bersama Haris.
Rumah sakit itu tidak begitu besar, tapi keadaannya masih baik, walaupun
bangunannya sudah sangat tua. Sudah mengalami beberapa kali perbaikan rupanya,
karena menurut cerita Haris, rumah sakit itu dibangun sekitar tahun seribu
scmbilan ratus. Dan itulah sebabnya bangunan rumah sakit itu kelihatan sangat
angker ditambah lagi pohon-pohon besar disekelilingnya.
Ketika
aku lewat seminggu yang lalu rumah sakit itu kelihatan sangat sepi, hanya satu-dua
orang yang datang. Tetapi entahlah kalau memang pada hari itu dokterya sedang
tidak praktek. Kata ibu sebelah rumahku, dokter rumah sakit itu datang seminggu
dua kali. Aku lupa menanyakan siapa nama doktemya. Yang aku tahu, dokter itu
praktek pada hari senin dan kamis. Kebetulan hari itu Kamis malam Jum'at.
Jalanan
yang kulewati sepi sekali. namun aku tidak merasa takut. Kukira rumah sakit
juga masih ramai seperti yang diceritakan Bu Ritno, katanya kalau ada praktek
pasti pasiennya banyak bahkan sering sampai jauh malam.
Aku
merasa heran, mengapa masih begini,
keadaan jalan sunyi sckali, hanya sebelum memasuki kompleks perumahan saja ramai.
Disana masih banyak bis-bmalam yang lewat. Dan jalan kecil yang kulalui ini
bcgitu sunyi tidak ada sebuah kendaraanpun perpapasan denganku.
Agak
meremang bulu kudukku tadi ketika mulai memasuki kompleks perumahan itu, karena
di kiri kanan jalan yaitu disela-scla bangunan tua tumbuh Pohon-Pohon raksasa menjulang tinggi sehingga
bulan penuh yang menyinari pohon-pohon membuat bayangan hitam pada rumah-rumah
Diambil dari Novel
"Menembus waktu" Bab II
Oleh
: Yati Sadeli
Bonus majalah kartini
no 284
Prosa
di atas bisa di simpulkan Manusia Memiliki sifat:
·
Harapan
·
Cinta dan kasih
·
Keadilan
·
Penderitaan
·
Tanggung Jawab
·
Memiliki Pandangan Hidup
·
Kegelisihan
Kesimpulan:
Ilmu Budaya Dasar dalam
Kesustraan itu manusia bisa memahami dari segi puisi seni music seni tari dan
seni teater semua memiliki makna yang dalam jika di perdalam sama
penikmatya.dan pandangan orang tetang kesustraan akan lebih di mengerti

Komentar
Posting Komentar