Tugas Rangkuman Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesustraan.Dosen Ali Muhli.Se.Mm



KONSEPSI  ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

Dosen Ali Muhli,Se.Mm





 















                                                               







                                                                                Daftar Isi
A.  PENDEKATAN KESUSASTRAAN………………………………………………………………
B.     ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA…………….
C.     NLAI-NLAI DALAM PROSA FIKSI…………………………………………………..
D.    ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI………………





















              A.    PENDEKATAN KESUSASTRAAN.
IBD(Ilmu Budaya Dasar), yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari Inggris humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanies orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai Manusia yang berkehidupan Sosial.

         Untuk menjadi manusia,harus mempelajari ilmu yang berguna untuk sesama manusia , disamping tanggung jawabnya yang Iain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan Terkadang disesuaikan dengan dan waktu. Pada umumnya humanities mencakup filsafat, teknologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan mengjadi pengetahuan budaya yang dapat dipelajari oleh semua Manusia.
   Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra yang memegang peranan yang penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan hukamnya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Dibanding dengan cabang the humanities yang Iain, seperti misalnya ilmu bahasa, seni memegang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikannya relative mudah di mengerti oleh orang.
Karena seni adalah Suatu karya yang dihasilkan oleh orang yang berpikiran bebas dalam mengekspresikan dirinya, seni lebih Unik Karena tidak nomatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya kepada public.

Hampir disetiap jarnan, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasannya, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemarnpuan untuk menampung hampir semua pemyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalarn usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesama yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.Karena Komunikasi yang menghubungkan antara manusia satu dengan lainnya.

Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran absraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi.
Cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan Iainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.

Cabang-cabang seni yang Iain pada hakekatnya juga abstrak. Gerak-gerik dalam seni tari, misalnya, masih perlu dijabarkan karena setiap gerakan tari tersimpan banyak makna. Meskipun bunyi-bunyi dalam seni musik lebih cepat dinikmati, bunyi-bunyi itu sendiri masih memerlukan penafsiran yang dalam karna setiap mendalami music yang dengar bisa tau isi dari music tersebut. Sebaliknya sastra adalah penafsiran itu sendiri. Meskipun didalam penafsiran itu sastra masih dapat ditafsirka lagi oleh  orang yang mengerti sastra.
Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak nomatif. Cabang-cabang seni yang Iain juga dapat menarik tanpa cerita, akan tetapi sulit bagi penciptanya mengemukakan gagasanya. Dalam musik misalnya, kata-kata penciptanya tertelan oleh melodinya.
Karena seni memegang peranan penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampain nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaannya menyebabkan dia mampu menangkap hal yang lepas dari pengamatan orang Iain

Orientasi the Humanities adalah ilmu  dengan mempelajari satu atau sebagian dari disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa diharapkan dapat menjadi Manusia yang lebih baik dan Berguna untuk bangsa dan Negara


                   B.ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA

Istilah prosa banyak padanannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dałam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan(Seni Teater) yang mempunyai pemeran, lakuan, peństiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai roman, atau novel, atau cerita pendek.

Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.Seperti Berikut:
A.      Prosa lama meliputi
1.      Dongeng-dongeng
2.      Hikayat
3.      Sejarah
4.      Epos
5.      Cerita pelipur lara
B.      prosa bału melipud
1. Cerita pendek
2.      Roman/novel
3.      Biografi
4.      Kisah
5.      Otobiografi



.





C.   NLAI-NLAI DALAM PROSA FIKSI

. Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan morał, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang terkandung oleh  pembaca lewat sastra. nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :

1.        Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu  atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tak mungkin dikunjungi selama hidupnya. juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang bisa memotivasi pembaca dalam hidupnya.
2.        Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dałam kehidupan normal. Dałam novel kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing.
3.        Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat mempengaruhi imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang dari warisan budaya bangsa.
Contoh sepert Novel seperti Siti Nurbaya, salah asuhan, sengsara membawa nikmat, layar terkembang mengungkapkan impian-impian, harapan-harapan, aspirasi-aspirasi dari generasi yang terdahulu yang seharusnya dihayati oleh generasi kini. Novel yang berlatar belakang perjuangan revolusi seperti jalan tak ada ujung, misalnya menggambarkan suatu tindakan heroisme yang mengagumkan dan memberikan kebanggaan, yang oleh generasi muda sekarang tidak lagi mengalaminya secara fisik. Dan oleh karena mahasiswa tidak lagi mengalami secara fisik itulah, jiwa kepahlawanan perlu disentuhkan lewat hasil-hasil sastra Dan Mahasiswa dapat bisa memetik kisah-kisah terdahulu.
4.        Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.
Adanya semacam kaidah kemungkinan yang tidak mungkin dalam fiksi ini.lah yang memungkinkan pembaca untuk dapat memperluas dan   \persepsi dan wawasannya tentang tokoh, hidup dan kehidupan manusia. Dari banyak memperoleh pengalarnan sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasannya, terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan diluar dirinya yang mungkin sangat berlainan dari pribadinya. seperti dikisahkan novel belenggu,  itu merupakan contoh kemungkinan yang tidak mungkin. tetapi manusia bisa memperluas perpektifnya
Karya sastra dapat dibagi menjadi Tiga; Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya,Ada juga yang tentunya menyuarakan kedua-duanya yang saling menyuarakan aspirasinya.
Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki jamannya. Kebanyakan karya sastra Indoensia di jaman Jepang yang dikelompokkan kedalam kelompok ini.
Karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya, biasanya tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, akan tetapi untuk merenung.
Kedua macam karya sastra itu selalu menyampaikan masalah. Masalah ini disampaikan dengan jalan menjajikan interaksi tokoh-tokohnya. Masing-masing tokoh mempunyai temperamen, pendirian, dan kemauan yang berbeda-beda. Perbedaan ini menimbulkan konflik. Konflik dapat terjadi baik didalm diri tokoh sendiri maupun diantara tokoh satu dengan tokoh Iainnya.
 Budaya Dasar memfokuska pada manusia dengan segala persoalannya. Manusia dan Cinta kasih, manusia dan keindahan, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan  hidup, manusia dan tanggung jawab serta pengabdian, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan.

Dalam dongeng terdapat bentuk epos(menceritakan kisah kepahlawanan ) yang berani cerita kepahlawanan atau wira carita. Kita kenal Mahabarata dan Ramayana. Mahabarata menceritakan kepahlawanan orang-orang pandawa yang dengan gagah berani mempenahankan kebenaran karena  tanggung jawab terhadap Tokoh Bima, Arjuna, Gatotkaca didalam ceıita itü selalu mempunyai rasa tanggung jawab bangsa dan negaranya.
Ramayana juga mengungkapkan rasa cinta kasih Rama dan Sinta yang hams dibayar mahal ketika sinta diculik Rahwana. Pengorba.nan yang diberikan oleh Rama beseıta bala tentaranya dalam merebut kembali sinta
Hikayat Hang Tuah menggambarkan betapa gagah dan berani dalam  segala rintangan untuk mempertahankan negara yang dapat dihubungkan dengan mmusia dan tanggung jawab.
Pokok bahasan manusia dan cinta kasih dapat dihitungkan dengan cinta kasih antara Maria dan Yusuf dalanm buku Layar terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana.
ditepi jalan terlihat kepadanya beberapa batang kembang setahun yang lebat  bunga : "Hei, kembang setahun tumbuh dişini ? Alangkah indah rupanya, sebanyak itu bunganya
Sementara Yusuf dengan pesat mengamat-amati gadis yang dekat dih Mapannya itu. Rambutya yang hitarn lebat teranyam. mukanya yang merdi bercahaya tersenyum ditahan, badannya. sebentar terasa kepadanya tangan yang halus itu gemetar pada dada bajunya. Sesuatu perasaan nikmat yang sejak dari tadi melingkari kedua muda remaja itu dating. memenuhi seluruh badannya dan sebelum ia dapat mengatur pikirannya lagi, kedua tangannya telah terangkat mendekap tangan gadis yang baru selesai mencucukkan kembang pada bajunya.
Dan mulutnya keluarlah ucapan, agak gemetar, tetapi menyuarakan kepastian seseorang yang yakin akan kemungkinannya, 'Tetapi tangan ini saya hendak menyimpannya juga”. Maria tiada membantah, tetapi mukanya yang pucat ditundukkannya ke bawah dengan tiada berkata suatu apa. Seraya melekapkan tangan gadis itu dengan tangan kirinya kepada dadanya, mesra sepeli tiada hendak dilepaskannya lagi, perlahan-lahan Yusuf mengangkat muka Maria melihat kepadanya dengan tangan kanannya, ” Maria lihat saya sebentar "
Pada mata Maria nampak kepadanya berlinangan air mata dan mesra meminta menggetarlah suaranya untuk pertama  kali seumur hidupnya,”Maria,Maria, tahulah engkau saya cinta kepadamu ?". Badan Maria melemah jatuh ke tangan Yusuf dan seraya menengadah dengan pamangan penyerahan, keluar dari mulumya bisik lesu hampir-haınpir tiada kedengaran, "Lama benar engkau menyuruh saya menanti katamu
Dalam kutipan diatas betapa mesra kedua orang remaja yang sedang merasakan cinta kasih. Melalui perkenalan, tamasya baru lah yusuf dapat mengutarakan cintanya kepada Maria. Cinta Yusuf diterima bahkan dengan jawaban terlalu lama kata cinta yang diucapkan Yusuf. Dapat disimpulkan seseorang manusia yang ingin mencurahkan isi hatinya tenm tidak semudah berbincang-bincang karena ada konsekwensi yang mengikatnya.




D. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI

Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran limu Budaya Dasar tidak akan di arahkan tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalarn limu Budaya Dasar.
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/ unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/ estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya menjadi bermakana yang artinya penuh makna.
Kepuitisan, keanistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalan membangun puisinya dengan menggunakan :
Kepuitisan, keanistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalan membangun puisinya dengan menggunakan •
I. Figura bahasa ( figurative language ) sepeli gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga mıisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
2.        Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bennakna ganda, banyak tafsir.
3.        Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tenentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau
        
4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.        Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukjskan, sehingga lebih menggugah hati
Dibalik kata-katanya yang padat, ekonomis dan sukar dicema maknanya itu, puisi berisi potret kehidupan manusia. Puisi menyuguhkan kepada kita suasana-suasana dan peristiwa-peristiwa kehjdupan manusia dan juga dalam kaitan kehidupannya dengan alam dan Tuhan. la merupakan hasil penghayatan dan pengalaman penyair tehadap kehidupan manusia, tehadap alam dan Tuhan yang diekspresikannya melalui bahasa yang artistik.
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
l. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut "pengalaman perwakilan”. ini beraıü bahwa manusia senanüasa inğn memiliki salah satu kebutuhan dasamya unmık lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas.Dengan pengalaman perwakilan itu sastra/puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa memiliki kesadaran wawasan yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan tentang masyarakat.
Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itü dapat dilakukan dengan suatu kemammıan yang "imaginative”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangkan penyair dalam puisinya.

2.        Puisi dan Keinsyafan/Kesadaran individual.
Dengan membaca puisi Manusia dapat diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran, baik orang Iain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang itu berbeda dan ada pahit dan manisnya kehidupan.

3.                       Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang terlibat dalam isu dan problem sosial. puisi  menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa penderitaan atas ketidakadilan   perjuangan untuk kekuasaan  konflik dengan sesamanya  pemberontakan terhadap hukum Tuhan
Puisi-puisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewamai puisi-puisi adalah cinta kasih ( yang terpaut didalamnya   sayang, cinta, kemesraan dan renungan ).

Cinta kasih itu kadang-kadang tidak berdiri sendiri, ia sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusiaan yang Iain seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, dll)

Contoh Novel:
menembus waktu
Rasanya aku pergi masih sore. Tadinya sudah kurencanakan siang hari tapi ada-ada saja halangannya, pukul lima bam aku pulang ke rumah. Tapi tak mengapa, kata teman-teman kalau mau berobat lebih baik agak lambat karena kalau sore-sore banyak pasien sehingga kita harus lama sekali menunggu.
Sambil menunggu waktu sholat mahgrib, sebelum berangkat ke rumah sakit aku membaca dulu sambil tiduran. Dan aku ketiduran entah berapa Tanpa melihat dulu jam ketika bangun, aku langsung pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter yang kata teman-teman hari ini buka praktek di rumah sakit perkebunan.
Aku menolak tawaran Haris yang bersedia mengantar aku, ah... terlalu banyak kebaikan yang diberikannya kepadaku. Entah dengan apa aku harus membalasnya. Aku belum mengerti akan sikap orang yang satu ini, padahal tiga tahun yang lalu aku pemah menyakiti hatinya, menolak cintanya yang tulus. Dan aku memilih satu diantara saingannya.
Tetapi walaupun begitu Haris tidak pemah merasa sakit hati malahan ketika aku hendak melangsungkan pernikahan dengan Farid ia mau membantu segala macam persiapan. Ketika acara pemikahan itu tidak bisa dilangsungkan karena Farid meninggal tabrakan Haris selalu menghiburku. Bahkan ketika aku sudah tidak tahan lagi tinggal di kotaku, Haris pulalah yang menawarkan jasanya memberi petunjuk supaya aku pindah saja dari kampung halamanku. la mencarikan pekerjaan untukku, dan pindahlah aku bekerja di kota Sukaresik ini. Walaupun selama ini ia tidak pemah lagi menyinggung soal cintanya yang dulu pemah diutarakannya padaku, namun aku mengeni akan isi hatinya. Dan sayanyya sampai sekarang aku hanya menganggap dia sebagai kakak dan tidak lebih dari itu.
Aku lupa memakai jam tanganku, sehingga aku tidak tahu pukul berapa saat itu. Aku meluncur dengan motorku menembus kegelapan malam. Udara sangat dingin, tapi aku yakin sekali hari masih sore, baru kira-kira pukul setengah tujuh. Tepat sekali kalau aku datang jam-jam begini, karena kemungkinan pasien sudah tidak begitu banyak.

Pernah sekali aku lewat di depan rumah sakit itu ketika jalan-jalan bersama Haris. Rumah sakit itu tidak begitu besar, tapi keadaannya masih baik, walaupun bangunannya sudah sangat tua. Sudah mengalami beberapa kali perbaikan rupanya, karena menurut cerita Haris, rumah sakit itu dibangun sekitar tahun seribu scmbilan ratus. Dan itulah sebabnya bangunan rumah sakit itu kelihatan sangat angker ditambah lagi pohon-pohon besar disekelilingnya.
Ketika aku lewat seminggu yang lalu rumah sakit itu kelihatan sangat sepi, hanya satu-dua orang yang datang. Tetapi entahlah kalau memang pada hari itu dokterya sedang tidak praktek. Kata ibu sebelah rumahku, dokter rumah sakit itu datang seminggu dua kali. Aku lupa menanyakan siapa nama doktemya. Yang aku tahu, dokter itu praktek pada hari senin dan kamis. Kebetulan hari itu Kamis malam Jum'at.
Jalanan yang kulewati sepi sekali. namun aku tidak merasa takut. Kukira rumah sakit juga masih ramai seperti yang diceritakan Bu Ritno, katanya kalau ada praktek pasti pasiennya banyak bahkan sering sampai jauh malam.
Aku merasa heran, mengapa masih  begini, keadaan jalan sunyi sckali, hanya sebelum memasuki kompleks perumahan saja ramai. Disana masih banyak bis-bmalam yang lewat. Dan jalan kecil yang kulalui ini bcgitu sunyi tidak ada sebuah kendaraanpun perpapasan denganku.
Agak meremang bulu kudukku tadi ketika mulai memasuki kompleks perumahan itu, karena di kiri kanan jalan yaitu disela-scla bangunan tua tumbuh Pohon-Pohon raksasa menjulang tinggi sehingga bulan penuh yang menyinari pohon-pohon membuat bayangan hitam pada rumah-rumah
Diambil dari Novel "Menembus waktu" Bab II
Oleh : Yati Sadeli
Bonus majalah kartini no 284
Prosa di atas bisa di simpulkan Manusia Memiliki sifat:
·         Harapan
·         Cinta dan kasih
·         Keadilan
·         Penderitaan
·         Tanggung Jawab
·         Memiliki Pandangan Hidup
·         Kegelisihan


Kesimpulan:
Ilmu Budaya Dasar dalam Kesustraan itu manusia bisa memahami dari segi puisi seni music seni tari dan seni teater semua memiliki makna yang dalam jika di perdalam sama penikmatya.dan pandangan orang tetang kesustraan akan lebih di mengerti


Komentar