Strategy membangun bisnis online dengan menggunakan New Technology
Strategy
membangun bisnis online dengan menggunakan New Technology.
Era revolusi industri
4.0 sudah memasuki mata. Berbagai teknologi yang menjadi tanda dimulainya
revolusi industri 4.0 sudah mulai diterapkan di berbagai lini bisnis.Era
revolusi industri 4.0 atau biasa disebut industri generasi keempat ini ditandai
dengan kemunculan super komputer,artificial intelligence (kecerdasan buatan),
kendaraan tanpa pengemudi, bahkan hingga perkembangan neuroteknologi yang
memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Pada revolusi
industri generasi keempat, terdapat pola disruptif teknologi (disruptive
technology) yang hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan
perusahaan-perusahaan incumbent.Banyak catatan yang mengukuhkan bahwa revolusi
industri telah banyak menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan
raksasa. Pada era industri generasi keempat ini, ukuran jumlah aset perusahaan
tidak menjadi jaminan, namun kelincahan perusahaan menjadi kunci keberhasilan
merebut pasar dengan cepat.Hal paling mudah adalah fenomena keberhasilan Grab
dan GoJek merebut pasar transportasi di Indonesia dengan meruntuhkan raksasa di
bidangnya. Ada pula Traveloka maupun Airbnb yang juga mengancam pemain-pemain
utama industri jasa pariwisata. Ini membuktikan bahwa yang cepat dapat memangsa
yang lambat, bukan yang besar memangsa yang kecil.Meski bisa memberikan ancaman
bagi pelaku bisnis konvensional, industri 4.0 juga bisa memberikan peluang dan
mempermudah mengembangkan bisnis terutama karena adanya dukungan teknologi.Para
milenial yang ingin menjadi entrepreneur di era industri 4.0 harus bersiap-siap
dengan menyiapkan berbagai strategi bisnis.Di era industri 4.0 saat ini
menjalankan bisnis berbasis online merupakan hal yang dapat memberikan
kesempatan sangat luas untuk berkembang setiap saat sesuai dengan perkembangan
atau tren yang terjadi.
Cepat Memahami Tren
Bisnis
Kecepatan menjadi kunci
dalam era industri 4.0. sebab yang cepat dapat mengalahkan yang lambat dalam
tren bisnis era disruptif ini. Di dunia, tren bisnis berkembang dengan cepat
sehingga pelaku usaha yang ingin merebut atau mempertahankan pasar mereka harus
bisa memahami hal ini. Era industri 4.0. mampu mengubah gaya hidup sebagian
orang terutama di kota besar sehingga kita harus cermat dalam melihat hal
tersebut.Seperti, maraknya e-commerce turut mengubah pola berbelanja
masyarakat. Mereka tidak lagi sering mengunjungi toko atau pusat perbelanjaan
untuk membeli kebutuhan tetapi mulai mengandalkan belanja melalui e-commerce.
Sebagai pelaku UMKM pun harus jeli untuk melihat itu. Kita harus bisa
memanfaatkan teknologi seperti e-commerce guna memperluas pasar dan
menjadikannya sarana berjualan selain mengandalkan toko offline.
Kuatkan Branding
Penguatan branding
perlu dilakukan agar masyarakat terus terngiang-ngiang akan produk atau jasa
yang kita tawarkan. Agar brand kita kuat tertancap di benak pembeli maka
promosi harus terus dilakukan, tidak boleh berhenti. Kita juga harus bisa
menemukan keunikan dari produk atau jasa yang ditawarkan agar lebih mudah diingat
oleh pembeli maupun calon pembeli.Salah satu cara untuk membangun brand yakni
dengan memiliki website sendiri untuk menjadi brand image bagi para customer
ketika mereka menyarankan produk atau jasa kita ke rekan-rekannya. Website ini
juga penting agar kita tidak terlalu bergantung dengan e-commerce lantaran di
era industri generasi keempat ini apapun bisa terjadi.Sebab, bisa jadi saat
kita menggantungkan penjualan di satu e-commerce saja, ternyata e-commerce
tersebut tidak lama bangkrut dan tutup lantaran tidak bisa bersaing dengan yang
lain. Kita tentunya masih ingat tentang Qlapa, e-commerce yang khusus menjual
barang-barang kerajinan tangan lokal. Setelah 4 tahun beroperasi, e-commerce
besutan Benny Fajarai ini dinyatakan tutup karena tidak kuat bertahan di tengah
sengitnya persaingan marketplace di Indonesia.Jadi, lebih baik sebar penjualan
produk kalian di beberapa e-commerce sekaligus dan juga website sendiri. Jika
salah satunya tutup, maka masih ada e-commerce lain. Serta kalau branding
produk kalian sudah kuat pelanggan tinggal datang ke website untuk membeli
produk.
Buat
Pengemasan dengan Menarik
Pengemasan menjadi
salah satu daya tarik bagi pembeli untuk membeli sebuah produk. Terutama jika
kita berjualan di marketplace maka yang pertama kali customer lihat adalah
kemasan sebab mereka tidak bisa mencoba atau memegangnya secara langsung.
Sehingga, aspek visual dari kemasan tidak boleh diabaikan. Buatlah pengemasan
produk semenarik mungkin untuk menggaet minat pembeli.
Banderol
Harga Masuk Akal
Harga menjadi salah
satu daya tarik bagi customer untuk membeli suatu produk. Aspek ini perlu
diperhatikan, lho. Kita harus belajar cara melakukan efisiensi biaya produksi
tanpa mengurangi kualitas suatu produk. Hal ini penting karena dengan maraknya
e-commerce global yang masuk ke Indonesia, pelaku UMKM bersaing secara langsung
dengan produk impor.Produk-produk impor ini banyak ditawarkan dengan kemasan
dan harga yang menggiurkan. Apalagi, dengan adanya layanan pengiriman barang
gratis di beberapa e-commerce membuat produk-produk impor ini banjir peminat
oleh customer dari Indonesia. Salah satu kelemahan pelaku UKM di Indonesia
adalah terkadang membanderol harga terlalu mahal dengan dalih buatan
tangan.Memang sih, barang buatan tangan biasanya lebih mahal dibandingkan
buatan pabrik, tetapi ingat banderol harga harus masuk akal. Selain itu, harus
ada keunikan sendiri yang menunjukkan produk tersebut memang buatan tangan dan
layak untuk dibeli.
Optimalkan
Pelayanan ke Pelanggan
Jangan pernah melupakan
jargon, pembeli adalah raja. Sebagai penjual, kita harus mengutamakan kepuasan
pembeli agar mereka mau melakukan pembelian kembali terhadap produk atau jasa
yang kita tawarkan. Istilahnya, repeat order. Ketika ada komplain, kita harus
cepat memberikan tanggapan yang memuaskan dan tidak membingungkan bagi
pelanggan.Kita juga harus cepat dalam merespon pembelian agar barang bisa
segera dikirim ke customer. Ingat, dalam
bisnis jual beli online kecepatan dan ketepatan pengiriman barang juga harus
diutamakan. Meski demikian, kita tetap harus teliti dalam mengirimkan barang,
jangan sampai pesanan tertukar dan pembeli menjadi kecewa ya.Jangan pelit juga
memberikan bonus kepada para pelanggan sehingga mereka merasa diistimewakan.
Biasanya, servis-servis kecil ini meski sering dianggap sepele tetapi mampu
menarik repeat order dari customer.
Referensi:
Komentar
Posting Komentar